TUGAS JURNALISME ONLINE: KONTEN SOSIAL MEDIA SEBAGAI SUMBER BERITA MEDIA ONLINE (KELOMPOK 6)


MAKALAH
KONTEN SOSIAL MEDIA SEBAGAI SUMBER BERITA MEDIA ONLINE
Disusun oleh:

1.     Nugraha Nindya Komarudin                          5.16.03.05.0.042
2.     Oktavia Pangestika                                         5.16.03.05.0.043
3.     Rakhmad Aji Kusuma                                                5.16.03.05.0.045
PRODI ILMU KOMUNIKASI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS ISLAM MAJAPAHIT
2018

DAFTAR ISI
DAFTAR ISI
BAB 1 PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang.............................................................................. 3
B.    Rumusan Masalah......................................................................... 5
C.    Tujuan ........................................................................................... 5
BAB II PEMBAHASAN
A.    Pengertian Informasi………………………………………………............6
B.    Pengertian Jurnalistik……...........................................................................8
C.    Pengertian media social...............................................................................9
D.    Pengertian Konten………………………………………………………..10
E.    Bagaimana seorang jurnalis mem blowup berita........................................11
BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan ................................................................................. 12
DAFTAR PUSTAKA

Bab 1
Pendahuluan
A.    Latar Belakang
Menjamurnya pengguna media sosial hingga sampai saat ini, juga tidak lepas dari peran serta para ahli dalam memberikan gagasan, pandangan ataupun teorinya terkait media sosial. Beberapa gagasan ataupun teori dalam media sosial, secara sederhana dapat berupa sebuah definisi media sosial atau pengertian media sosial. Definisi media sosial, tidak serta merta berupa gagasan yang tidak berdasar yang dikeluarkan oleh para ahli tersebut. Demikian adanya, media sosial memiliki fungsi, peran, dan dampak bagi kehidupan masyarakat yang harus didesain sedemikian rupa agar media sosial tetap pada fungsi, dan tujuan media sosial itu sendiri, dan memiliki manfaat dalam kehidupan setiap individu. Olehnya itu, sumbangsih pemikiran para ahli, diantaranya mengenai pengertian media sosial, patut untuk di apresiasi dan sebagai pengguna patut berbangga dan bersyukur, peran serta dari para ahli dalam memberikan arah teknologi mutakhir ini, media sosial.
Jejaring sosial merupakan situs dimana setiap orang bisa membuat web page pribadi, kemudian terhubung dengan teman-teman untuk berbagi informasi dan berkomunikasi. Jejaring sosial terbesar antara lain Facebook, Myspace, dan Twitter. Jika media tradisional menggunakan media cetak dan media broadcast, maka media sosial menggunakan internet. Media sosial mengajak siapa saja yang tertarik untuk berpertisipasi dengan memberi kontribusi dan feedback secara terbuka, memberi komentar, serta membagi informasi dalam waktu yang cepat dan tak terbatas.
Saat teknologi internet dan mobile phone makin maju maka media sosial pun ikut tumbuh dengan pesat. Kini untuk mengakses facebook atau twitter misalnya, bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja hanya dengan menggunakan sebuah mobile phone. Demikian cepatnya orang bisa mengakses media sosial mengakibatkan terjadinya fenomena besar terhadap arus informasi tidak hanya di negara-negara maju, tetapi juga di Indonesia. Karena kecepatannya media sosial juga mulai tampak menggantikan peranan media massa konvensional dalam menyebarkan berita-berita.
Pesatnya perkembangan media sosial kini dikarenakan semua orang seperti bisa memiliki media sendiri. Jika untuk memiliki media tradisional seperti televisi, radio, atau koran dibutuhkan modal yang besar dan tenaga kerja yang banyak, maka lain halnya dengan media. Seorang pengguna media sosial bisa mengakses menggunakan social media dengan jaringan internet bahkan yang aksesnya lambat sekalipun, tanpa biaya besar, tanpa alat mahal dan dilakukan sendiri tanpa karyawan. Kita sebagai pengguna social media dengan bebas bisa mengedit, menambahkan, memodifikasi baik tulisan, gambar, video, grafis, dan berbagai model content lainnya.
Pesatnya perkembangan media sosial kini dikarenakan semua orang seperti bisa memiliki media sendiri. Jika untuk memiliki media tradisional seperti televisi, radio, atau koran dibutuhkan modal yang besar dan tenaga kerja yang banyak, maka lain halnya dengan media. Seorang pengguna media sosial bisa mengakses menggunakan media sosial dengan jaringan internet bahkan yang aksesnya lambat sekalipun, tanpa biaya besar, tanpa alat mahal dan dilakukan sendiri tanpa karyawan. Pengguna media sosial dengan bebas bisa mengedit, menambahkan, memodifikasi baik tulisan, gambar, video, grafis, dan berbagai model content lainnya.
Kegiatan jurnalistik semakin berkembang seiring berjalannya peradaban manusia. Kini dunia jurnalistik sangat mudah untuk digapai. Menjadi seorang jurnalis tidak harus memiliki sertifikat dari Dewan Pers seperti pada masa-masa sebelumnya. Semua orang sudah bisa menjadi jurnalistik, tidak memandang umur atau pengalaman, dengan mengandalkan kreativitas tulis-menulis, merangkai kata, dan menarik perhatian, semua bisa menjadi jurnalis. Memasuki era teknologi, kegiatan jurnalistik semakin menjamur. Apalagi kalau bukan dengan hadirnya ponsel pintar, di mana semua informasi dan kegiatan dapat dijangkau sejauh layanan sinyal internet.
Era teknologi yang saat ini dipegang oleh kebanyakan orang dari Generasi Z, di mana menurut Badan Statistik Kanada mengatakan bahwa Generasi Z adalah anak-anak yang lahir dari tahun 1993 hingga tahun 2011, merupakan generasi yang tidak suka dengan berita-berita yang serba tanggung dan tak memiliki pengalaman serta tidak terbiasa dengan membaca koran atau majalah karena mereka kerap mengakses berita dari media sosial atau portal berita internet. Dan seperti yang telah diketahui bahwa berita-berita yang ada dalam media sosial yang dapat menarik pembaca adalah berita yang unik serta nyaman untuk di konsumsi dan yang pasti mengikuti perkembangan zaman. Portal berita yang sedang populer dan paling banyak diakses banyak orang adalah Line Today, yang merupakan fitur dari aplikasi chatting bernama Line yang memunculkan beragam berita dan informasi terbaru yang sudah dikurasi, dan pastinya yang membuat fitur tersebut populer adalah keringanan pembaca dalam mengkonsumsi beritanya, serta berita-berita yang dibuat merupakan berita yang menarik dan yang pastinya mudah untuk diakses.

B.    Rumusan Masalah
1.     Pengertian Informasi
2.     Pengertian Jurnalistik
3.     Pengertian media social
4.     Pengertian konten
5.     Bagaimana seorang jurnalis mem blowup berita
C.    Tujuan
Untuk mengetahui bagaimana jurnalis dapat memviralkan sebuah berita dan bagaimana memilih konten yang akan menjadi perbincangan khalayak ramai.


Bab 2
Pembahasan
A.    Pengertian Informasi
Apa yang dimaksud dengan informasi? Secara umum, pengertian informasi adalah sekumpulan data atau fakta yang telah diproses dan dikelola sedemikian rupa sehingga menjadi sesuatu yang mudah dimengerti dan bermanfaat bagi penerimanya. Dari definisi tersebut dapat kita pahami bahwa kata “informasi” memiliki arti yang berbeda dengan kata “data”. Data adalah fakta yang masih bersifat mentah atau belum diolah, setelah mengalami proses atau diolah maka data itu bisa menjadi suatu informasi yang bermanfaat. Tidak semua data atau fakta dapat diolah menjadi sebuah informasi bagi penerimanya. Jika suatu data yang diolah ternyata tidak bermanfaat bagi penerimanya, maka hal tersebut belum bisa disebut sebagai sebuah informasi. Secara etimologis istilah “informasi” berasal dari bahasa Latin, yaitu “Informatinem” yang artinya ide, kode, atau garis besar. Informasi dapat disajikan dalam beragam bentuk, mulai dari tulisan, gambar, tabel, diagram, audio, video, dan lain sebagainya. Setidaknya ada tujuh fungsi informasi bagi manusia. Adapun beberapa fungsi informasi adalah sebagai berikut:
1. Menjadi Sumber Pengetahuan Baru
Informasi valid yang didapatkan oleh seseorang dapat menjadi pengetahuan baru dan menambah wawasan di bidang tertentu. Misalnya informasi mengenai cara mengatasi masalah kesehatan yang didapatkan dari konten di internet. Mungkin informasi tersebut adalah sesuatu yang umum dan sudah banyak diketahui orang. Namun, mungkin saja ada seseorang yang belum mengetahui informasi tersebut.
2. Menghapus Ketidakpastian
Kurangnya informasi tentang sesuatu akan menimbulkan ketidakpastian. Untuk menghapus ketidak pastian tersebut maka diperlukan informasi lengkap dan valid dari sumber terpercaya.
3. Sebagai Media Hiburan
Informasi juga dapat berfungsi sebagai media hiburan bagi masyarakat. Misalnya informasi mengenai objek wisata di suatu tempat yang disajikan dengan bahasa dan gambar-gambar yang menarik.
4. Sebagai Sumber Berita
Suatu informasi mengenai hal tertentu bisa dipakai sebagai sumber berita yang disampaikan kepada khalayak. Misalnya, informasi tentang Asian Games yang didapatkan dari media Televisi, Radio, dan situs berita online.
5. Untuk Sosialisasi Kebijakan
Informasi adalah komponen penting dalam berkomunikasi dengan pihak lain. Salah satunya adalah untuk menyampaikan suatu kebijakan dari pemerintah kepada masyarakat yang dilakukan dengan cara sosialisasi.
6. Untuk Mempengaruhi Khalayak
Penyampaian informasi melalui media massa biasanya dilakukan untuk mempengaruhi khalayak. Misalnya informasi mengenai suatu produk melalui Televisi yang tujuannya agar masyarakat mengenal dan tertarik untuk menggunakannya.
7. Menyatukan Pendapat
Di era media sosial seperti sekarang ini, sangat mudah untuk menyampaikan pendapat ke ruang publik. Namun, tidak semua pendapat tersebut sesuai dengan fakta yang ada.
Sesuai dengan pengertian informasi yang dijelaskan di atas, informasi dapat dibedakan menjadi empat jenis. Adapun beberapa jenis informasi adalah sebagai berikut:
1. Informasi Berdasarkan Sifat
Jenis informasi ini dapat dibagi menjadi tiga bagian, diantaranya;
Faktual, yaitu informasi yang dibuat berdasarkan fakta dan dapat dibuktikan kebenarannya.
Opini atau konsep, yaitu informasi yang dibuat berdasarkan pendapat seseorang tentang sesuatu hal.
Deskripsi, yaitu informasi yang dibuat dalam bentuk penjelasan terperinci mengenai sesuatu hal.
2. Informasi Berdasarkan Kegunaan
Jenis informasi berdasarkan kegunaan dapat dibagi menjadi dua bagian, diantaranya;
Informasi yang menambah pengetahuan, yaitu informasi yang isinya menambah pengetahuan baru bagi seseorang.
Informasi yang berdasarkan penyajian, yaitu informasi yang disampaikan dalam beberapa bentuk, misalnya artikel, audio, gambar, video, dan lainnya.
3. Informasi Berdasarkan Bidang Kehidupan
Ini adalah jenis informasi yang dibuat dalam beberapa kategori, seperti Informasi Kesehatan, Informasi Pendidikan, Informasi Bisnis, Informasi Olahraga, dan sebagainya.
4. Informasi Berdasarkan Lokasi Peristiwa
Ini adalah jenis informasi yang dibuat berdasarkan lokasi suatu peristiwa. Jenis informasi ini dapat dibagi menjadi dua, yaitu informasi dalam negeri (domestik), dan informasi luar negeri.
B.    Pengertian Jurnalistik
Secara etimologis, jurnalistik berasal dari kata journ. Dalam bahasa Perancis, journ berarti catatan atau laporan harian. Secara sederhana jurnalistik diartikan sebagai kegiatan yang berhubungan dengan pencatatan atau pelaporan setiap hari.
Dengan demikian, jurnalistik bukanlah pers, bukan pula media massa. Jurnalistik adalah kegiatan yang memungkinkan pers atau media massa bekerja dan diakui eksistensinya dengan baik.
Secara konseptual, jurnalistik dapat dipahami dari tiga sudut pandang, yakni sebagai proses, teknik, dan ilmu. Sebagai proses, jurnalistik adalah aktivitas mencari mengolah, menulis, dan menyebarluaskan informasi kepada publik melalui media massa. Aktivitas ini dilakukan oleh wartawan atau jurnalis.
Sebagai teknik, jurnalistik adalah keahlian atau keterampilan membuat karya jurnalistik termasuk keahlian dalam pengumpulan bahan pemberitaan seperti peliputan peristiwa atau reportase dan wawancara.
Sebagai ilmu, jurnalistik adalah bidang kajian mengenai pembuatan dan penyebarluasan informasi melalui media massa. Jurnalistik termasuk ilmu terapan yang dinamis dan terus berkembang sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi serta dinamika masyarakat itu sendiri.
Selain itu, jurnalistik termasuk bidang kajian ilmu komunikasi, yakni ilmu yang mengkaji proses penyampaian pesan, gagasan, pemikiran, atau informasi kepada orang lain dengan maksud memberitahu, mempengaruhi, atau memberikan kejelasan.
Menurut ensiklopedia Indonesia, jurnalistik adalah bidang profesi yang mengusahakan penyajian informasi tentang kejadian dan atau kehidupan sehari-hari secara berkala, dengan menggunakan sarana-saranapenerbitan yang ada (Suhandang, 2004:22).
Salah seorang pakar ilmu komunikasi, Onong Uchjana Effendy mengemukakan, secara sederhana jurnalistik dapat didefinisikan sebagai teknik mengelola berita mulai dari mendapatkan bahan sampai kepada menyebarluaskannya kepada masyarakat. AS Haris Sumadiria dalam bukunya Jurnalistik Indonesia mengemukakan bahwa jurnalistik adalah kegiatan mencari, mencari, mengumpulkan, mengolah, menyajikan, dan menyebarkan berita melalui media massa berkala kepada khalayak seluas-seluasnya dengan secepat-cepatnya.
Tak lepas dari beberapa pengertian yang telah dijelaskan sebelumnya, sedikitnya jurnalistik memiliki empat manfaat sekaligus fungsi jurnalistik bagi kehidupan sehari-hari, diantaranya; Pertama, jurnalistik berfungsi menghimpun dan menyebarkan informasi bagi khalayak. Kedua, jurnalistik berfungsi memberikan pendidikan bagi khalayak.
Ketiga, jurnalistik berfungsi sebagai media hiburan bagi khalayak. Keempat, jurnalistik berfungsi sebagai alat kontrol sosial dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Dalam istilah yang lebih politis, keberadaan jurnalistik dianggap sebagai sebagai ‘kekuatan keempat’ dalam sistem politik kenegaraan setelah legislatif, eksekutif, dan yudikatif.
Dilihat dari segi bentuk dan pengelolaannya, jurnalistik dapat dibagi menjadi tiga bagian besar; yakni jurnalistik media cetak meliputi surat kabar, tabloid, dan majalah; jurnalistik media elektronik auditif yakni radio siaran; dan jurnalistik media elektronik audio-visual yakni televisi. Setelah dunia internet berkembang pesat, jurnalistik lewat dunia maya pun turut berkembang. Kita menyebutnya jurnalisme media online. Dengan hadirnya media online menambah jumlah ragam bentuk jurnalistik.

C.    Pengertian Sosial Media
Secara umum, definisi media sosial adalah media online. Seperti dalam Wikipedia, media sosial merupakan sebuah media online dimana para penggunanya bisa saling berkomunikasi dan berinteraksi. Jadi pengertian media sosial disini adalah sebuah saluran atau sarana untuk pergaulan social yang dilakukan secara online melalui jaringan internet.
Para pengguna media social atau bisa juga disebut dengan user ini bisa melakukan komunikasi atau interaksi, berkirim pesan, baik pesan teks, gambar, audio hingga video, saling berbagi atau sharing, dan juga membangun jaringan atau networking. Contoh media social sendiri yang hingga saat ini paling umum digunakan adalah blog, wiki dan juga jejaring social
Ciri-Ciri Media Sosial
Di samping pengertian media social yang telah dijelaskan, media social sendiri memiliki beberapa karakteristik atau ciri khususnya yang diantaranya adalah pesan tidak hanya bisa disampaikan untuk seorang saja, akan tetapi juga bisa dikirimkan ke banyak orang.
Kemudian pesan ini juga bisa disampaikan secara bebas, tidak harus melalui Gatekeeper. Selain itu, penyampaian pesan di media social juga cenderung jauh lebih cepat daripada media lainnya. Ciri terakhir bahwa yang menentukan waktu untuk berinteraksi adalah si penerima pesan.
Peran Dan Fungsi Media Sosial
Media social memiliki beberapa peran dan fungsi bagi masyarakat secara umum seperti sebagai alat atau media promosi. Penyampaian pesan secara cepat dan luas tentu bisa membantu seseorang untuk mempromosikan bisnisnya.
Kemudian media social juga berperan dalam membangun hubungan ataupun relasi, bahkan dari jarak jauh karena media social memiliki jangkauan global. Selain itu, media social juga dapat berperan dalam membantu system administrasi, memberi dan mendapatkan informasi, melihat peluang dan pasar, perencanaan dan lain sebagainya.
Jenis-Jenis Media Sosial
Saat ini sudah ada banyak sekali jenis media social yang mungkin sudah anda gunakan beberapa diantaranya seperti Facebook, Twitter, Instagram, Blog, Youtube, Google Plus, dan lain sebagainya.
D.    Pengertian Konten
Secara sederhana, konten bisa dikatakan berkualitas jika konten yang kita buat mampu memberikan feedback yang diharapkan. Tentunya feedback yang dimaksud adalah feedback positif dan memiliki efek viral. Jadi, tidak semua konten yang memiliki respon yang banyak bisa dikatakan berkualitas. Karena, bisa saja sebuah konten yang bermuatan negatif banyak mendapat respon baik itu cacian, hinaan dan respon lainnya.
Oleh karena itu, untuk menciptakan feedback yang diharapkan, maka isi konten haruslah berbobot dan memiliki informasi yang penting. Sebagai tolak ukurnya, Anda bisa mengamati konten yang Anda buat setiap harinya. Seperti mengamati jumlah like terhadap konten Anda, berapa banyak orang yang berkomentar terhadap konten Anda dan berapa banyak orang yang membagikan konten Anda.
Semakin banyak respon yang didapat, maka, konten Anda berhasil memberikan perhatian banyak orang dan ketika respon pembaca sangat positif maka, konten yang Anda buat bisa dikatakan sebagai konten yang berkualitas di mata pembaca.
Cara Membuat Konten Yang Berkualitas
Anda bisa memulai dengan hal yang sederhana dan bermanfaat. Jika kita bandingkan dengan kasus jasa otomotif di atas. Anda bisa memberikan konten yang terkini mengenai informasi seputar otomotif. Selain itu, jenis konten bisa mempengaruhi terhadap kualitas konten. Anda bisa membuat konten dalam bentuk grafis atau video. Dengan maksud, agar orang-orang minimal tertarik untuk melihat dan membaca konten Anda.
E.    Bagaimana Seorang jurnais Mem Blowup Sebuah berita
Perkembangan teknologi internet membuat perubahan yang besar dalam produksi maupun konsumsi media yang hampir keseluruhan media informasi memanfaatkan teknologi berbasis internet karena mudah untuk diakses kapan saja dan di mana saja. Selama terhubung jaringan internet, sirkulasi berita menjadi cepat, tanpa menunggu media dicetak, berita sudah bisa untuk di konsumsi. Dengan cepatnya sirkulasi arus berita, pihak-pihak media berita pun berlomba-lomba untuk menyuguh hangat beritanya.
Berita yang menarik menurut kebanyakan pembaca adalah berita seputar gosip dan selebrita. Topik berita tersebutlah yang akan menjadi topik fenomena jurnalistik yang kehilangan independensi media jurnalnya. Mengapa begitu?
Dikatakan kehilangan indenpendennya karena media jurnalistik dewasa ini kebanyakan membuat berita seputar status media sosial selebriti atau orang-orang yang 'memiliki nama', di mana jurnalis hanya mengutip status media sosial dan membuatnya menjadi sebuah berita yang akan menarik perhatian banyak orang tanpa melakukan proses verifikasi dari obyek -- orang tersebut -- atas kebenaran tulisan yang disebarkannya. Dan berita yang tanpa kebenaran itu akan membuat dampak buruk yang tidak kecil bagi masyarakat maupun pihak media yang mengalami kerugian atas berkurangnya kepercayaan masyarakat pada media tersebut.
Mari kita kembali ke tahun 2014, di mana terjadi kasus seorang selebriti menggugat 17 portal media infomasi atas berita yang diunggah oleh media-media tersebut. Selebriti tersebut adalah musisi Ahmad Dhani. Kasus yang saat itu sedang hangat dibicarakan adalah tentang kicauan 'seorang' Ahmad Dhani yang berisi tentang Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014.
Berawal dari sebuah akun media sosial Instagram yang menagih janji Ahmad Dhani berupa posting-an pada akunnya untuk memotong kemaluannya karena Joko Widodo telah terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia yang ketujuh. Posting-an tersebut berisikan screenshotkicauan Twitter Ahmad Dhani yang berisi "Saya akan potong kemaluan saya kalau Jokowi bisa menang dari Prabowo Subianto!! Itu sumpah saya!!"dengan akun @AHMADDHANIPRAST yang username-nya sangat mirip dengan username Twitter Ahmad Dhani yang asli.
Melihat screenshot tersebut, Ahmad Dhani menyatakan bahwa kicauan tersebut adalah palsu. Melalui wawancara pada program Dear Haters channel Youtube sebuah stasiun televisi swasta, Ahmad Dhani mengklarifikasi bahwa kicauan tersebut tidak benar.
Posting-an itu pun menjadi viral, bukan hanya di sosial media tetapi juga dikalangan wartawan serta jurnalis terutama pada media daring. Wartawan yang mempercayai screenshot Instagram itu pun langsung menjadikannya sebagai bahan berita lalu menyebarkan beritanya melalui portal berita internet. Banyaknya media daring yang mempercayai kicauan tersebut, Ahmad Dhani langsung melaporkan 17 media daring kepada Dewan Pers. Yang mengejutkan adalah media daring tersebut merupakan sederet dari media profesional. Ketujuh belas portal media online tersebut adalah forum.detik.com, kompasiana.com, Hai Online, merdeka.com, republika.co.id, liputan6.com, metroonline.com, nonstop-online, palingseru.com, seruu.com, solopos.com, wartaharian.co, ciricara.com, okezone.com, kasakusuk.com, kaskus.co.id dan kapanlagi.com.
Melihat media profesional di atas menjadikan hilangnya indenpendensinya terhadap  sebuah berita. Karena tanpa proses verifikasi kepada orang yang terkait, jurnalis langsung menciptakan berita dan menyebarkannya demi menarik perhatian banyak orang. Padahal, dalam jurnalisme, sebagai jurnalis, pantang menerima sesuatu dengan apa adanya dan menganggap semua itu benar (take for granted). Seharusanya seorang jurnalis mendukung semua kesimpulan serta fakta-fakta lalu dokumentasikan semuanya dengan sumber-sumber yang dapat di percaya dan jangan lupa untuk menyebut sumbernya.
Kasus di atas dapat menjadi pelajaran yang wajib jurnalis perhatikan. Jika dilihat kembali, berita jurnalistik yang bermodalkan status sosial media seorang selebriti atau orang bernama dapat di kategorikan sebagai konsep dari citizen journalist atau biasa dikenal sebagai jurnalis warga. Jurnalis warga adalah jurnalistik yang di mana masyarakat menjadi obyek sekaligus subyek dari sebuah berita. Adanya konsep citizen journalist atau jurnalistik warga menurut Kusumaningati ini muncul karena krisis kepercayaan publik Amerika kepada media-media dan juga atas kekecewaannya warga terhadap kondisi politik tahun 1988. Konsep inilah yang dapat membuat semua orang bisa menjadi jurnalis.
Konsep jurnalis warga ini juga dapat disebut sebagai collaborative reporting yang artinya kerjasama penyedia media dengan penyedia sumber berita di mana jurnalis menjadi manajernya, mengumpulkan berita dari warga media sosial, memproduksi berita hingga menyebarluaskan berita.
Tetapi fenomena jurnalis mengutip status media sosial untuk dijadikan bahan beritanya ini menjadi pekerjaan yang tidak jelas di mata jurnalis. Apakah mereka bisa disebut sebagai jurnalis? Lalu dimanakah peran jurnalis dalam beritanya jika sumber untuk berita bisa didapatkan hanya dari status tokoh media sosial? Apakah itu bisa disebut sebagai sumber informasi? Atau apakah sosial media merupakan platform baru untuk jurnalis?


BAB 3
Penutup
A.    Kesimpulan
Semenjak kita memasuki dunia teknologi, semua hal baik itu makanan, aktivitas, pakaian, hingga informasi, harus mengikuti perkembangan zaman. Seperti halnya dengan jurnalis. Jika jurnalis terus saja mengolah berita yang kaku dan formal, baik itu cetak maupun digital, kemungkinan besar akan sedikit orang yang berminat untuk memilih berita dari jurnalis tersebut.
 Kecenderungan jurnalis menggunakan media sosial sebagai bahan berita meningkat seiring menyesuaikan zaman. Salah satu media sosial yang menjadi sumber jurnalis untuk membuat berita adalah Twitter. Salah satu survey yang digerakkan oleh Digital Journalism Study menemukan bahwa 47 persen dari 478 jurnalis responden di 15 negara menggunakan Twitter sebagai sumber beritanya. Dengan hasil survey tersebut membuktikan bahwa fenomena ini bisa menjadi platform baru bagi jurnalis dalam membuat berita, dengan pemberitaan yang ringan dan seputar tokoh-tokoh yang diminati orang-orang. Bahkan Social Network bisa menjadi editor baru yang menjadikan percakapan di media sosial sebagai sumber informasi pertama bagi editor hingga menggunakannya sebagai agenda pemberitaan. Media sosial juga memungkinkan jurnalis untuk membangun personal brand mereka. Media sosial juga sangat bermanfaat bagi jurnalis. Menurut survey, 76 persen menggunakannya sebagai sarana memantau informasi, 46 persen sebagai sumber ide berita, 36 persen sebagai sarana monitoring/evaluasi, 31 persen sebagai sumber mencari sumber, 24 persen sebagai bahan berita dan 16 persen sebagai sarana verifikasi.
Di Indonesia sendiri, media profesional digital seperti liputan 6 atau tempo.co memiliki bidang sendiri untuk berita-berita seputar tokoh dari media sosial seperti Twitter. Dari sini bisa di simpulkan bahwa jurnalis yang membuat berita dari media sosial dapat disebut sebagai jurnalis.
Tetapi walaupun banyak survey yang mendukung media sosial sebagai bahan berita, hendaknya konten berita juga berbobot. Karena walaupun era teknologi dan berita jurnalistik bebas beredar, masyarakat juga semakin pemilih akan berita yang ingin dikonsumsinya.

B.     
Daftar Pustaka
Adam, Aulia. (2017). Selamat Tinggal Generasi Milenial Selamat Datang Generasi Z. https://tirto.id/selamat-tinggal-generasi-milenial-selamat-datang-generasi-z-cnzX
Zuhra, Wan Ulfa Nur. (2017). Kelahiran Generasi Z Kematian Media Cetak. https://tirto.id/kelahiran-generasi-z-kematian-media-cetak-ctLa
Ramdan, Anton. Jurnalistik Islam. https://books.google.co.id/books?id=j6XOCQAAQBAJ&hl=id&source=gbs_navlinks_s
Sumardi, Edi. (2016). Ditagih, Kenapa Dhani Belum Potong 'Itunya' Padahal Jokowi Jadi Presiden, Langsung Dibalas Begini. http://makassar.tribunnews.com/2016/04/02/ditagih-kenapa-dhani-belum-potong-itunya-padahal-jokowi-jadi-presiden-langsung-dibalas-begini
Ishwara, Luwi. (2005). Catatan-Catatan Jurnalisme Dasar. Jakarta: PT Kompas Media Nusantara.
Yuda, Fransiscus. (2013). Kelayakan Berita Citizen Journalism.Studi Analisis Isi Kuantitatif Mengenai Kelayakan Berita dalam Kolom Citizen Journalism Surat Kabar Harian Tribun Jogja Periode November 2012-Februari 2013. Universitas Atma Jaya Yogyakarta.
Unilubis. (2012). Interaksi Jurnalis dan Media Sosial.https://unilubis.com/2012/02/21/interaksi-jurnalis-dan-media-sosial/
http://blog.nolimit.id/2017/11/08/mengapa-kita-harus-menganalisa-konten-di-media-sosial/
https://www.jurnalrozak.web.id/2014/10/pengertian-jurnalistik-secara-umum.html

Komentar